Tuesday, September 25, 2012

Para Diktator dengan Perilaku Anehnya


Diktator adalah kepala pemerintahan yang berkuasa mutlak, terutama yang telah memperoleh kekuasaan melalui kekerasan atau dengan cara yang tidak demokratis (Kamus Besar Bahasa Indonesia  hal 354). Sesuai perjalanan sejarah dunia, banyak negara di dunia ini yang dikuasai dan dikepalai oleh seorang diktator dan rezimnya. Tentu saja setiap diktator memiliki keunikan dan sisi negatif yang menggelikan dan nampak konyol. Berikut adalah 5 diktator era modern: 
 
 
1. Kim Jong-Il
Kim Jong-Il, pemegang tampuk kekuasaan tertinggi Korea Utara. Ia memeroleh kekuasaan sebagai warisan dari sang ayah Kim Il-Sung yang meninggal pada 1998. Ia memiliki pasukan beranggotakan perempuan,”Pasukan Kesenangan” (Pleasure Squad) yang setia menemani perjalanannya. Ia dianugerahi sebutan “Pencipta Alam Semesta”, hal yang sama dimiliki oleh ayahnya. Ia pun dianggap memiliki kekuatan supranatural semenjak dilahirkan,dan mengklaim bahwa Korea Utara merupakan negara paling demokratis, bebas, dan bangsa yang terhormat di muka bumi. Ia mengklaim bahwa Korea utara adalah sebuah surga, dimana tidak ada masyarakatnya yang mengalami kemiskinan, dan hidup bahagia. Pada kenyataannya, masyarakat Korea Utara tersiksa, disiksa, dan kebanyakan mereka menafkahi hidupnya dengan bekerja di ladang yang dimiliki bersama.


2. Mobutu Sese Seko
Mobutu adalah Presiden Zaire (sekarang bernama Republik Demokratis Kongo). “Zaire” merupakan kata yang bermakna sungai. Ia membuat peraturan mengenai pertelevisian, dengan tidak menyebutkan nama lain selain namanya dalam setiap siaran televisi. Ia melarang semua cetakan topi yang berasal dari kulit macan tutul yang berasal dari Zaire, kecuali yang dipakainya. Ia memerintahkan untuk menyebutkan bahwa ia diturunkan dari surga, sebelum siaran televisi malam dimulai.  Ia menjuluki dirinya,”Sang pemiliki semua kekuatan ksatria, karena ketahanan dan hasrat untuk menang, akan mengarungi peperangan demi peperangan dan meninggalkan kobaran api saat kebangkitan tiba.” Ia memenjarakan  siapa saja yang tidak memiliki nama Afrika. Ia digulingkan pada 1997, dan meninggal pada 7 September, 1997, akibat kanker prostat,di Maroko.


3. Saparmurat Niyazov
Niyazof merupakan Presiden seumur hidup Turkmenistan dari 1990-2006. Ia dikenal dengan penamaan kalender atas nama diri, keluarga dan bukunya. Ia menamai sebuah roti dengan nama ibunya, dan membuat kastil es yang besar berada di tengah-tengah Turkmenistan, sebuah negara padang pasir. Ia melarang penggunaan riasan, gigi emas, dan lip sync(gerak bibir yang mengikuti suara) saat pertunjukan. Ia meminta untuk menyejajarkan buku karyanya dengan Al-Quran, dan semua orang Turkmenistan diwajibkan untuk memiliki foto dirinya. Semua orang diwajibkan menghapalkan buku untuk menjamin pekerjaannya, dan tidak akan memeroleh surat ijin mengemudi seandainya tidak menghapalkan isi buku di dalam hatinya. Turkmenistan adalah sebuah negara yang memiliki partai tunggal.
                                                       

 
4. Idi Amin
Idi Amin Dada merupakan seorang diktator Uganda, kekuasaannya berlangsung dari 1971 hingga 1979. Ia dilaporkan, akan menghukum mereka yang membangkang dengan menjadikannya santapan buaya peliharaannya. Ia memerintahkan untuk mengusir semua orang Asia yang berada di Uganda hanya karena sebuah keluarga Asia menolaknya untuk meminang putri mereka. Ia juga mengklaim dirinya sebagai Raja dari Skotlandia, dan mengirimkan suratnya kepada Ratu Elizabeth. Ia pergi ke Libia setelah kejatuhan rezimnya, lalu ke Arab Saudi, dan meninggal di sana pada 2003.

 
5. Rafael Trujillo
Rafael Trujillo merupakan seorang diktator dari Republik Dominika, kekuasaannya berlangsung dari 1930 hingga 1938, dan 1942 hingga 1952. Ia merupakan salah satu dari sekian diktator yang menyebut dirinya Tuhan ataupun Dewa. Ia meminta semua gereja untuk memasangkan sebuah tulisan,” Bapa di surga, Trujillo di Bumi.” Ia juga mengorganisasikan sebuah perayaan yang memakan biaya sebesar 30 juta dollar Amerika serikat, dengan tema “Pekan Perdamaian dan Persahabatan Dunia” (Fair of Peace and Fraternity of the Free World), dan menunjuk putrinya sebagai ratu. Ia menunjuk anaknya yang berusia  tiga tahun sebagai kolonel. Ia mengkampanyekan istrinya agar mendapatkan nobel sastra, walaupun istrinya seorang buta huruf. Ia membuat peraturan yang mewajibkan semua pengesahan surat-surat legal, memiliki tulisan/stempel “Viva Trujillo,” dan mempromosikan anaknya (masih sangat muda) untuk menjadi sorang jendral. Ia akhirnya terbunuh pada 1961, akibat serangan oleh sekelompok yang beranggotakan 11 orang, dan keluarganya dipaksa meninggalkan Republik Dominika.(**)
 

Organ Manusia Dicuri Setelah Mati


Pencurian organ tidak hanya melanda manusia korban perdagangan orang. Namun ternyata jauh sebelum itu, banyak orang terkenal yang organ-organnya dicuri untuk kemudian dikoleksi. Organ-organ mereka dicuri setelah mati. Siapa saja mereka?

Berikut 7 orang terkenal yang organnya dicuri seperti dilansir dari TIME:
Tulang Santa Nicholas
Saat Abad Pertengahan, bagian tubuh orang-orang suci menarik peziarah dari dunia Kristen karena keyakinannya untuk menunjukkan mukjizat. Nah, relik alias bagian tubuh purba dari orang terkenal itu hanya dimiliki beberapa wilayah yang bisa menjadikannya sapi perahan, maka wilayah lain pun iri dan membayar geng pencuri untuk mencuri relik itu.

Kasus yang terkenal adalah pencurian bagian tubuh Santa Nicholas, yang menjadi model rekaan dari Santa Claus. Kerangka Santa Nicholas disebutkan memancarkan bau yang wangi, dan hal itu dinilai sangat berharga.

Tahun 1087, Bari, salah satu kota di Italia mempekerjakan orang, versi lain menyebutkan bajak laut, untuk mencuri tulang Santa Nicholas itu dari Myra, suatu kota di Turki. Nah, pencurian tulang-tulang Santa itu masih dirayakan di Bari dengan perayaan tahunan dengan parade dan kembang api.

Tulang Geronimo
Pahlawan suku Indian Apache sekaligus musuh yang paling ditakuti Amerika dan Meksiko saat itu, Geronimo, selalu luput dari kejaran musuh yang menjajah tanah yang ditempati sukunya selama 30 tahun sebelum akhirnya ditangkap pada tahun 1886. Geronimo wafat dalam pengasingan karena penyakit pneumonia tahun 1909.

Setelah gugur pun, Geronimo seperti tidak diperkenankan istirahat dengan damai. Pada 1909, 6 anggota kelompok rahasia Yale's Skull and Bones, termasuk Prescott Bush, kakek dari Presiden AS ke-46 George W Bush, menggali makam Geronimo yang terletak di komplek pemakaman tahanan perang suku Indian Apache di Fort Sill, Oklahoma.

Nah, tahun 2006 peneliti asal New Haven, Marc Wortman menemukan surat dari salah satu anggota Skull and Bones, Winter Mead kepada anggota yang lain F Trubee Davison yang berbunyi demikian:

"Kerangka Geronimo The Terrible yang berharga, telah digali dari makamnya di Fort Sill oleh klub Anda.. sekarang aman dalam makam dan tulangnya bersama dengan tulang pahanya, tali kekang dan pelana tanduknya".

Kata 'makam' yang kedua dalam kalimat itu diduga adalah markas organisasi rahasia itu yang terdiri dari batu bata merah yang terletak di New Haven. F Trubee Davison adalah mantan Direktur Personalia CIA dan Presiden American Natural History.

Keturunan Geronimo sampai mengirim surat pada Presiden George W Bush, meminta bantuan agar tulang belulang Geronimo dikembalikan ke tempatnya.

Bahkan pada tahun 2009, keturunan Geronimo dibantu pengacara yang juga mantan pejabat di Kejaksaan Agung dan Kementerian Kehakiman AS, Ramsey Clark menggugat pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk Presiden AS Barack Obama, untuk mengembalikan tulang-tulang Geronimo. Namun sayang, gugatan itu mental karena pihak Fort Sill dengan tegas menyatakan cerita itu hoax alias bohong belaka.

"Tidak ada bukti yang mengindikasikan tulang-tulang Geronimo berserakan melainkan di dalam kuburan itu," kata kepala pemakaman Jeff Houser, seperti dilansir New York Times.

Jantung Anne Boleyn
Henry VIII bercerai dengan istri pertamanya, dia kemudian menikahi perempuan yang lebih cerdas dan modern, Anne Boleyn. Karena tak kunjung dikaruniai anak laki-laki, Henry pun frustasi dan berpikir pernikahannya dengan Boleyn. Boleyn hanya memberikan Henry seorang putri dan bolak-balik keguguran.

Sang Raja kemudian menuduh Boleyn berselingkuh dengan rakyat biasa termasuk dengan saudara Henry sendiri. Boleyn kemudian segera ditahan dan dipenggal di Tower of London pada tahun 1536. Kemudian sang raja meminta jantung Boleyn diambil.

Henry kemudian menyimpan jantung Boleyn dalam kotak berbentuk hati, yang diletakkannya secara rahasia di ceruk gereja di Suffolk. Jantung itu kemudian ditemukan kembali 300 tahun kemudian, alias pada 1836 dan dikuburkan kembali di bawah gereja itu.

Otak Benito Mussolini
Tahun 1966, 21 tahun setelah Benito Mussolini dieksekusi, Amerika Serikat (AS) memberikan bagian otak Mussolini kepada jandanya, Rachele Mussolini. Dalam catatan Rachele, dia menulis dengan ngeri bahwa dirinya menemukan AS telah 'mengambil separuh otaknya' dan menjelaskan bahwa AS harus mengetahui 'apa yang membuat seseorang menjadi diktator'.

Keluarga terkejut saat AS mengambil sebagian otaknya, tidak saja sebagai obyek penelitian namun juga piala yang mengerikan. 43 Tahun kemudian, cucu Mussolini, Alesandra Mussolini yang duduk di parlemen Eropa, memberitahu polisi bahwa seseorang menjual botol kaca di mana tersisa otak dan darah Mussolini di e-Bay dengan harga 15 Euro. e-Bay kemudian langsung menghapus daftar penjualan ini.

Jasad Thomas Paine
Thomas Paine, pendebat ulung dalam sejarah, pahlawan dari Revolusi AS dan Prancis serta orang pertama yang menulis 'United States of America', meninggal dalam keadaan mabuk dan miskin di Manhattan.

Hanya 6 orang yang menghadiri pemakamannya yang kemudian diwujudkan dalam puisi berrima:

Poor Tom Paine! There he lies/ Malangnya Tom Paine! Di sana dia terbaring Nobody laughs and nobody cries/ Tidak ada yang tertawa dan tiada yang menangisi Where he has gone or how he fares/ Ke mana dia pergi dan bagaimana Nobody knows and nobody cares/ Tak ada yang tahu dan tak ada yang peduli.

Bahkan setelah meninggal, Paine tidak bisa 'beristirahat'. 10 Tahun kemudian, seorang jurnalis dan pengagum Paine, William Cobbet, menggali makamnya dan mengambil jasadnya untuk kemudian dikapalkan ke Inggris. Cobbet berharap dia bisa membangun makam yang layak bagi Paine.

Cobbet tak kunjung memiliki uang, jadi jasad Paine tetap tersimpan di loteng Cobbet. Sampai kematian Cobbet, jasad Paine menghilang. Ada yang mengatakan tulang belulang itu menjadi tombol. Di tahun 1930, seorang perempuan Brighton mengklaim memiliki tulang rahang Paine. Malangnya Tom Paine!

Penis Napoleon Bonaparte
Dokter yang melakukan autopsi pada Napoleon pada 1821 diduga memotong penisnya dan memberikannya pada pendeta di Pulau Corsica. Penis itu, yang semestinya tidak pantas untuk diawetkan, telah dibuat bahan perbandingan selama bertahun-tahun dengan selembar kulit, belut dan dendeng sapi.

Pada tahun 1927 saat penis itu dipamerkan di Manhattan, New York, TIME menyaksikannya. Tahun 1977, seorang urolog New Jersey membelinya seharga US$ 3 ribu dan menyimpannya di bawah tempat tidur sampai dia meninggal 30 tahun kemudian.

Putri sang urolog mewarisi penis Napoleon itu dan menawarkannya sekitar US$ 100 ribu alias Rp 1 miliar.

Telapak Kaki Franciscus Xaverius
Pada abad ke-16, Santa Franciscus Xaverius menghabiskan banyak waktunya dengan berjalan kaki, menyebarkan agama Kristen ke Italia, Prancis, Spanyol, Malaysia, Jepang, Sri Lanka dan India. Santa Francis Xavier meninggal di laut dalam perjalanannya ke China.

Ketika sekelompok orang Kristiani menggali kuburnya beberapa bulan kemudian, mereka kaget bahwa jasadnya masih utuh. Dalam pameran jasad tubuh manusia di Goa, India, seorang perempuan berkebangsaan Portugis menggigit kaki Francis Xavier yang besar itu.

Tak dinyana, darah muncrat dari kaki itu. Perempuan itu kemudian ditangkap saat warga membuntuti jejak darah yang berceceran hingga ke rumahnya.